Latest News

Menuju Zaman Samirisme


Pada kehidupan masa dinasti Firaun ,ada seorang lelaki yang benama Musa Samirri dan Musa Alaihi Salam saudaranya Harun Alaihi Salam, kehidupan mereka sangat  harmonis dan menyenangkan. kedua Musa tersebut menjalani kehidupan dengan mengikuti perintah Tuhan. Perjalanan hidup keduanya tersebut berubah menjadi berlawanan ketika suatu peristiwa yang aneh memperkeruh suasana.

Kejadian apa yang memisahkan mereka? Baca kisah  selanjutnya dibawah ini, Samirri kecil bernama asli  Musa Bin Zafar berasal dari suku Sumirah, dialah seorang anak lelaki yang beruntung menjadi anak asuh dari Jibril ,sedangkan Musa alaihi salam berasal dari suku Lewi. Ayahnya bernama Amram dan ibunya bernama Yokhebed. Musa memiliki 2 orang kakak kandung, yaitu Harun dan Miriam. Karena satu peristiwa Musa alaihi salam dihanyutkan di sungai Nil dan kemudian di temukan oleh istri Firaun, setelah itu Musa alaihi salam menjadi anak asuh raja Firaun.

Pada waktu Musa Samirri menjelang dewasa, dia mengetahui bahwa ada sesuatu yang mengganjal dengan pikirannya, sengaja dia mengintib bapak asuhnya waktu dia mau pergi memenuhi panggilan Tuhan dengan kuda sembraninya. Dia mengintip dan berinisiatif untuk mengambil segumpal jejak telapak kaki kuda tunggangannya Jibril lalu Musa Samirri menyimpannya.

Musa Samirri merupakan salah satu murid dari Musa alaihi salam yang punya kecerdasan cukup tinggi dengan cara cerdik dan pintar. Pada suatu ketika Musa alaihis salam mertapa di gunung Tursina  selama 40 hari. Selama bertapa itu dia menyerahkan wewenang kepada saudaranya, Harun untuk mengatur pengikutnya meneruskan ajarannya.

Dalam perjalanannya, Musa Samirri punya ide cerdas, dia mengumpulkan kawan kawannya untuk diajak mengumpulkan perhiasan emas sebagai bahan membuat patung anak sapi betina, kemudian tanah itu (tanah bekas pijakan kaki kuda Jibril) diletakkan di bagian kepala patung anak sapi tersebut sehingga sapi tersebut hidup. Ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa patung anak sapi tersebut di beri pita, sehingga kalau ada angin lewat dapat berbunyi sendiri seperti pita yang ada dimainan layang-layang.

Perbuatan itu menjadikan Harun marah dan menegur Samirri untuk menghentikan kegiatan Samirri dan kawan kawannya dengan ancaman melaporkan kepada Musa alaihi salam, setelah dia kembali dari bertapanya, Musa Samirri menjadi dianggap kafir karena didikan Jibril dan Musa alaihi salam menjadi rasul atas jasa dan asuhan Firaun.

Mengapa didikan Jibril menjadi kafir dan ingkar terhadap perintah Tuhan, sedangkan Musa alaihi salam menjadi nabi hanya dengan asuhan dan didikan Firoun yang di anggap kafir, apakah anda berfikir?.





Anwar
(penulis adalah mahasiswa yang gandrung pada sastra Jawa, juga sastra-sastra kuno)



kami segenap crew slilit.com memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca portal kami jika beberapa waktu belakangan ini kami belum bisa meng-upload tulisan, hal itu karena kami kehilangan beberapa penulis tetap kami, ada yang sibuk karena masa liburan dan ada juga yang mengundurkan diri karena sudah merasa lelah untuk menulis. dan puji sukur karena kuasa Tuhan yang maha Esa kami bisa meng-upload tulisan lagi, kami selalu berusaha untuk tertib dan juga berusaha untuk menyampaikan kebenaran, kami juga membuka diri untuk menerima tulisan dari para pembaca, juga jika ada yang berminat untuk menjadi crew slilit.com kami juga menerimanya, sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

No comments:

Post a Comment

Slilit.com || Meng-ada untuk Bermakna
|| Tata Letak: Rennes Syndicate ||..

Theme images by Bim. Powered by Blogger.