Latest News

Saya Mahasiswa Bukan Aktivis




Sinar rembulan sungguh nikmat untuk dipandang, malam semakin tinggi tapi kenikmatan rembulan belum juga hilang.

Menikmati rembulan membuat aku memandang jauh, bukan memandang rembulan tapi memandang masa depan juga masa lalu, aku masih memandangnya, tetapi kadang temanku menganggap bahwa aktivitasku ini adalah melamun tapi aku tetap menganggap bawah aktivitasku ini sebagai aktivitas memandang sesuatu.

Aku jadi teringat temanku itu, tapi ijinkan aku memperkenalkan diriku lebih dulu. Aku adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Ponorogo, sebagai mahasiswa tentu membuat diriku wajib untuk belajar, belajar tentang segala hal, dan hal memandang sesuatu (rembulan, masa depan, masa lalu, dan sebagaiannya) adalah kegiatanku untuk belajar.

Di dalam belajar tentu aku tidak hanya kuliah saja, aku akan banyak belajar di ruang-ruang diskusi dan mungkin di warung kopi. Biasanya yang sering mengerjakan seperti itu adalah mahasiswa aktivis, mahasiswa yang oleh banyak masyarakat umum dikatakan sebagai mahasiswa yang multi, artinya bisa melakukan segala sesuatu, menjadi mahasiswa aktivis kadang menjadi kebanggaan para mahasiswa karena bisa kelihatan wah.

Tapi, aku bukanlah aktivis, aku hanya mahasiswa yang sering pulang, aku adalah mahasiswa yang patuh pada dosen dan paling wajib masuk dalam kelas. Cuma karena aku sedikit kepo terhadap mata kuliah maka aku sering ikut diskusinya para aktivis, tapi sekali lagi aku bukanlah aktivis.

Tentu, aku sering kali dikatakan sebagai aktivis, tapi sekali lagi aku bukanlah aktivis. Ketika ada kongres untuk memilih presiden mahasiswa dan jajarannya aku tidak mengikutinya ( kongres bagiku adalah puncak dari keaktivisan para mahasiswa aktivis) aku malah masuk kuliah dan tidak memperhatikan hiruk pikuk aktivitas mahasiswa aktivis, aku cuek dan yang aku pikirkan hanyalah kelulusanku.

Kembali kemasalah awal bahwa aku ingat tentang temanku, temanku ini adalah mahasiswa aktivis yang sangat aktivis dan fanatik dengan gelar aktivis. Gelar inilah yang menurutnya lebih penting dari pada gelar sarjana.

Temanku ini masuk dalam aktivis yang negatif artinya adalah mahasiswa aktivis yang status ke-aktivis-annya hanya untuk gaya-gayaan, numpang beken, digunakan untuk keren-kerenan saja dan mereka cenderung menganggurin kuliah dan tidak menganggap penting kuliah.

Temanku ini ketika berkumpul sama mahasiswa yang aktivis atau tidak maka akan membicarakan hal tentang organisasi yang diikutinya, ketika dia berkumpul sesama aktivis dengan latar belakang organisasi yang berbeda maka kadang mereka akan beradu argumen mengalahkan satu sama lain. Dan akhirnya akan terjadi saling menjelekkan organisasi A dan B.

Dia (teman saya mahasiswa aktivis negatif) tidak bisa menetapkan dirinya sebagai mana mestinya, dia sering bertindak semena-mena, atau dalam bahasa Jawa disebut sak karepe dewe. Karena sikap semena-menanya dia sering berlaku kasar pada mahasiswa lain dan tidak jarang juga pada dosennya sendiri dia sering marah-marah tidak karuan. Dia beranggapan jika dirinyalah yang paling benar.

Maka ketika ada yang bilang menjadi mahasiswa aktivis itu buruk, dia akan marah-marah pada orang yang mengatakan jika menjadi aktivis itu buruk dan menghabiskan waktu. Karena memang mahasiswa aktivis dengan sikap seperti dia akan selalu membenarkan dirinya tidak mau menerima kritik.

Mahasiswa aktivis yang kedua adalah mahasiswa aktivis positif, ini tidak banyak malah mungkin tidak ada. Secara singkat mahasiswa aktivis model ini adalah aktivis yang bisa menempatkan dirinya, menerima kritik secara terbuka, tidak melulu bicara organisasinya, ketika dalam satu forum mereka akan berbicara hal keilmuan. Mahasiswa aktivis positif akan peduli pada masyarakat umum dan problemnya, tidak hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan mahasiswa aktivis jenis ini tidak akan pamer pada gelar ke-aktivis-annya.

Meski menjadi aktivis mahasiswa seperti ini akan berusaha semaksimal mungkin menyeimbangkan kehidupan kuliah dan aktivisnnya. Memang tidak banyak bahkan mungkin tidak ada, Maka saya tidak akan membicarakan ini lebih dalam lagi, cukup sekian tulisan saya ini. (Abdullah)









No comments:

Post a Comment

Slilit.com || Meng-ada untuk Bermakna
|| Tata Letak: Rennes Syndicate ||..

Theme images by Bim. Powered by Blogger.