Umat beragama memiliki caranya masing-masing untuk memuja sang pencipta, dan hal itu menjadi urusan pribadi dari pemeluk agama, misalkan Islam cara Islam memuja Tuhannya adalah dengan salat lima waktu, dan pemujaan ini menjadi urusan si A dengan Tuhannya. Apakah si A melakukan solat atau tidak itu urusannya pribadi.
Di tambah lagi (dalam dunia Islam) bahwa Tuhan tidak butuh salatnya para hambanya, sehingga urusan shalat menjadi sangat pribadi dan menjadi hal yang lucu jika shalat dipamerkan kekhalayak ramai, dan hal ini (memamerkan salat ) juga di kutuk oleh Tuhan. Salat menjadi hal urusan pribadi dengan Tuhannya maka urusan salatnya khusyuk atau sempurna bukanlah menjadi urusan khalayak ramai, biarlah dia salat dengan cara yang di ajarkan nabi, urusan sempurna tidak sempurna biarlah Tuhan sendiri yang menilai. Begitupun, dia salat atau tidak salat biarlah Tuhan sendiri yang menilainya.
Kata Salat secara bahasa berarti doa, adapun salat secara istilah, adalah seperangkat perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan beberapa syarat tertentu. dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. KBBI mengartikan kata salat sebagai rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah SWT, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Dengan pengertian diatas maka salat hanya wajib dikerjakan oleh muslim yang mukalaf/sudah dewasa dan tidak terganggu jiwa dan akalnya, sementara anak-anak belum wajib mengerjakaanya tapi walau demikian anak-anak harus diajari solat dan mengerjakan solat nanti ketika sudah dewasa biar terbiasa mengerjakan solat meskipun setelah dewasa urusan solat menjadi urusan pribadi tanpa campur tangan pihak luar.
Sementara syarat sholat adalah pertama dia orang Islam, sudah mukalaf, Suci dari hadas besar dan kecil, telah sampai dakwah (perintah rasul kepadanya), terjaga (tidak tidur dan tidak lupa), menutup aurat, mengetahui masuknya waktu salat, menghadap ke kiblat (ka’bah). Jika ada yang kurang jelas bisa dipelajari sendiri. Dan untuk rukunnya anda juga bisa belajar sendiri mulai niat sampai salam.
Kembali ke pengertian salat adalah sebagai doa dan juga ibadah kepada Tuhan, maka urusan diterima atau tidak, khusyuk atau tidak, sempurna atau tidak itu biarlah Tuhan sendiri yang menilainya. Karena kita hanya hamba yang berkewajiban untuk memujanya, maka kita lakukan dengan maksimal tanpa beban apapun. Dan masalah ada orang yang tidak mau salat maka biarlah itu menjadi urusan pribadainya, dia punya akal, dan jika di mintai pertanggung jawaban maka hanya dirinyalah yang dimintai.
Berusaha khusyuk itu sangat di anjurkan dalam beragama, tapi ingatlah Ali bin Abi Thalib yang begitu tinggi ilmunya gagal dalam tes yang dilakukan Nabi, ketika itu Ali ditantang oleh Nabi untuk salat secara khusyuk, jika berhasil maka Nabi akan menghadiahkan sorban pada Ali. Tapi Ali gagal, dia tidak khusyuk. Belajar segala sesuatu itu dianjurkan tapi belajar salat agar bisa sempurna itu sangatlah lucu, kembali keatas bahwa salat itu urusan pribadi, orang kelihatan sempurna salatnya tapi pikirannya kemana-mana, ada juga orang yang salatnya amburadul tapi pikirannya fokus pada Tuhannya, tapi, memang Tuhan yang menilai kita hanya melakukan saja. Dari pada mengikuti pelatihan salat mending kita ngopi sambil rasan-rasan pemerintah, apakah Jokowi pantas menjadi imam salat
Abdullah Saad

No comments:
Post a Comment