Post Terbaru
Iklan
Tanyakan Segala Hal Pada Pak Ustaz
Di Indonesia, kata ustaz merujuk pada banyak istilah yang terkait dengan orang yang memiliki kemampuan ilmu agama dan bersikap serta berpakaian layaknya orang alim. Baik kemampuan riil yang dimilikinya sedikit atau banyak.
Orang yang disebut ustaz antara lain: da'i, mubaligh, penceramah, guru ngaji Quran, guru madrasah diniyah, guru ngaji kitab di pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren (biasanya pesantren modern).
Sedangkan di Timur Tengah, gelar ustaz hanya akan diberikan pada lulusan tingkat kepengajaran universitas. Seseorang hanya akan menjadi ustaz jika sudah menguasai dua belas cabang ilmu, termasuk akhlak, mantiq, fikih, tafsir, dan hadis.
Di Arab pun senada. Ustaz merupakan gelar yang layak disematkan pada para doktor (S-3) di bidang ilmu agama. Dari pengertian diatas maka kita akan tahu bahwa ustaz adalah orang yang ahli dalam bidang agama dan tentunya orang yang alim, karena itu tugas ustaz adalah menjaga umat Nabi supaya benar-benar lurus pada jalan Nabi, caranya? Tentu dengan ceramah-ceramah, dengan diskusi, dan mengajar di sekolah-sekolah.
Media dakwah (penyampaian pesan dan pelurusan kembali pada jalan Nabi) yang terkenal saat ini adalah dengan mendirikan media ceramah-ceramah, bias di masjid, lapangan, atau tempat lain yang memungkinkan. Di dalam ceramah itu ada Tanya jawab langsung, jamaah Tanya pada pak ustaz dan kemudian pak ustaz menjawabnya secara langsung, tidak hanya masalah-masalah agama, masalah-masalah keduniawian, bahkan perkara ghoibpun ditanyakan pada pak ustaz.
Dan hebatnya ustaz bisa menjawab semua pertanyaan itu, dan ini masalahnya. Memang ustaz itu orang yang paling paham mengenai agama, tapi harus kita ikuti pernyataan jika kau bertanya maka tanyalah pada orang yang memang benar-benar faham dengan bidangnya.
Misal perkara apakah bumi itu datar atau bulat?, saat isu ini jadi tranding topik maka semua kalangan membahasnya, mulai dari tukang becak sampai guru dan para ustaz. Tentunya jika yang menjawab adalah orang ahli, dia akan menjelaskan dengan kenyataan-kenyataan dan tentu kebenarannya bisa di pastikan benar.
Berbeda jika yang menjawabnya bukan sang ahli, missal ustaz, dia akan menyampaikan jawabannya dan tentu dengan dalil-dalil al quran. Tentu tidak masalah jika ustaz benar-benar paham agama karena pasti jawabannya sama dengan para ahli tadi (hal ini terjadi karena, menurut saya yang penganut fanatik terhadap agama, dalil-dalil agama dan sains tentu tidak bertentangan).
Dan jika tidak maka pasti akan terjadi keruwetan pemahaman. Ustaz yang paham akan agama tentu tidak akan menjawab hal yang tidak bisa mereka jawab, mereka harus mencontoh para sahabat nabi, dan ketika ditanya sesuatu hal oleh orang lain dan jika tidak bisa menjawab maka mereka tidak akan menjawab, mereka akan mengarahkan pada sahabat nabi yang lebih paham darinya.
Trend sekarang ini adalah para ustaz adalah orang yang tahu akan segala hal, setidaknya tidak masalah jika ustaz itu benar-benar paham pada bidangnya yang masalah adalah ustaz itu tidak terlalu paham akan hal agama tapi berpenampilan seolah-olah dia paham, dan menjawab segala pertanyaan jamaahnya dengan jawaban yang seadanya dan tentu dengan jawaban otak-atek-matuk.
Sekian tulisan saya, jika tidak memahamkan harap maklum. Dan jika saya boleh bertanya maka saya akan bertanya pada saudaraku seiman dan seagama, apa hukumnya seorang ustaz yang ceramahnya disiarkan di youtube?. Jika ada yang bisa menjawab mohon dijawab di kolom komentar.
Abdullah Saad
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment