Latest News

Central Concept Of Structural Linguistics Ferdinand De Sausurre.




Central Concept Of Structural Linguistics Ferdinand De Sausurre.

Dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu bersentuhan dengan tanda-tanda  baik dalam bentuk bahasa, simbol, sikap manusia, dan lain-lain. Setiap tanda yang kita lihat dan tangkap tidak muncul tanpa sebab namun memiliki maksud di baliknya. Karena itu, lahirnya sebuah ilmu yang mengkaji tentang tanda-tanda dan makna dari tanda tersebut yang dikenal dengan semiotika.

Teori Semiotik ini dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure (1857-1913). Dalam teori ini semiotik dibagi menjadi dua bagian (dikotomi) yaitu penanda signifier dan pertanda signified. Penanda dilihat sebagai bentuk/wujud fisik dapat dikenal melalui wujud karya arsitektur, sedang pertanda dilihat sebagai makna yang terungkap melalui konsep, fungsi dan/atau nilai-nlai yang terkandung didalam karya arsitektur.

Ferdinand de Saussure adalah salah satu tokoh ahli bahasa Swiss yang memperkenalkan kajian linguistic dengan menerbitkan buku Course de Lingistique Generale atau dalam bahasa Indonesia artinya Pengantar Linguistik Umum. Bukunya baru terbit setelah 2 tahun kematiaannya yang disusun serta diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay pada tahun 1915 berdasarkan catatan kuliah selama Ferdinand mengajar di Univerisitas Jenewa tahun 1906. Dalam buku inilah terkandung pandangan Saussure yang menjadi kajian baru bahasa yaitu telaah sinkronik dan diakronik, perbedaan langue dan parole, perbedaan signifiant dan signifié, serta hubungan sintagmatik dan paradigmatik.

Telaah sinkronik dan diakronik pada intinya ingin menelaah bahasa berdasarkan kurun waktu tertentu bahasa itu digunakan. Telaah sinkronik adalah mempelajari bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja. Sebagai contoh, analasis penggunaan bahasa Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Telaah Diakronik adalah mempelajari bahasa sepanjang bahasa tanpa ada batasan waktu tertentu. Sebagai contoh, penelitian bahasa Indonesia harus dilakukan sejak zaman kerajaan hingga penggunaannya saat ini.

Langue, Ketika diterjemahkan dari bahasa Perancis, Langue bisa berarti language. Namun, maksud dari Saussure istilah itu bersifat internal, pengaturan dan hubungan aturan yang dipahami oleh kelompok sosial, namun jarang dipikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Langue diyakini bersifat struktur universal dan sementara itu mungkin memiliki variasi seperti yang terlihat dalam bahasa asing, dengan pola linguistic utama.

Parole, bisa dikatakan dengan pidato. Saussure, di sisi lain dimaksudkan untuk itu berarti bahasa tertulis dan lisan seperti yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, ini adalah ucapan  dan penggunaan langue yang tepat. Oleh karena itu, Parole, tidak seperti bahasa, beragam dan memiliki keberagaman seperti jumlah orang yang berbagi (bahasa) dan jumlah ujaran dan upaya untuk menggunakan bahasa itu. Selanjutnya, Parole diketahui diubah dan dimanipulasi oleh sejumlah penyebab misalnya waktu, kelompok sosial dan usia dari pengguna bahasa tersebut.

Eksistensi semiotika Saussure adalah relasi antara penanda dan petanda berdasarkan konvensi, biasa disebut dengan signifikasi. Semiotika signifikasi adalah sistem tanda yang mempelajari relasi elemen tanda dalam sebuah sistem berdasarkan aturan atau konvensi tertentu. Kesepakatan sosial diperlukan untuk dapat memaknai tanda tersebut.  Menurut Saussure, tanda terdiri dari: Bunyi-bunyian dan gambar, disebut signifier atau penanda, dan konsep-konsep dari bunyi-bunyian dan gambar, disebut signified atau petanda.

Hubungan dari penanda akuistis ini hanya ada dalam garis waktu karena unsur-unsurnya dilafalkan satu persatu dan membentuk suatu rangkaian. Jenis hubungan semacam ini disebut de Saussure sintagma. Sintagma dipertentangkannya dengan hubungan asosiatif dari tanda serupa yang dapat dipertukarkan dalam sintagma. Hubungan asosiatif dari tanda disebutnya paradigma.

Aspek sintagma dan paradigma bahasa harus dibedakan dari aspek perkembangan waktu. Dengan melihat perkembangan sepanjang masa, kita mengkaji bahasa dengan pendekatan diakronis. Di lain pihak dengan mengkaji bahasa pada suatu masa tertentu, kita mengkaji dengan pendekatan sinkronis. Tanda bahasa dibedakan de Saussure antara tanda bahasa semena absolut, tanda bahasa yang tidak semena absolut, dan tanda bahasa bermotivasi yang merupakan simbol. Sintagma linear bahasa, yang bersifat waktu, dipertentangkannya dengan asosiasi paradiogma yang susunannya bersifat ruang.

Kemudian dalam memahami langue dalam pemahaman Sausure, kita juga perlu memahami unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah system bahasa itu sendiri, antara lain : fonologi, morfologi, dan sintaksis.

Fonologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkannya. Mengapa bunyi dipelajari?  Karena wujud bahasa yang paling primer adalah bunyi. Bunyi adalah Getaran udara yang masuk ke telinga sehingga menimbulkan suara.

Bunyi bahasa adalah bunyi yang dibentuk oleh tiga faktor, yaitu pernafasan (sebagai sumber tenaga), alat ucap (yang menimbulkan getaran), dan rongga pengubah getaran (pita suara). Fonologi dibedakan menjadi, fonetik dan fonemik. Didalam fonologi terdapat istilah fonem, fon, dan alofon. Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang masih abstrak atau yang tidak diartikulasikan.

Morfologi , yang meliputi kata, pengucapan kata tersebut, maknanya, dan bagaimana unsur-unsur tersebut digabungkan. Morfologi mempelajari struktur internal kata-kata. Jika pada umumnya kata-kata dianggap sebagai unit terkecil dalam sintaksis, jelas bahwa dalam kebanyakan bahasa, suatu kata dapat dihubungkan dengan kata lain melalui aturan. Aturan yang dipahami penutur mencerminkan pola-pola tertentu (atau keteraturan) mengenai bagaimana kata dibentuk dari satuan yang lebih kecil dan bagaimana satuan-satuan tersebut digunakan dalam wicara. Jadi dapat disimpulkan bahwa morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari pola pembentukan kata dalam bahasa, dan berusaha merumuskan aturan yang menjadi acuan pengetahuan penutur bahasa tersebut.

Sintaksis merupakan tatabahasa yang membahas hubungan antara kata dalam tuturan. Tata bahasa terdiri atas fonologi, morfologi dan sintaksis. Pada dasarnya sintaksis itu berurusan dengan hubungan antar kata di dalam kalimat. Sebenarnya, hal itu tidak seluruhnya benar, tetapi sebagai patokan umum dapat diterima. Hubungan antara kalimat termasuk “analisis wacana”, dan hubungan antara tatabahasa (termasuk sintaksis) kalimat dengan wadahnya di dalam wacana perlu diperhatikan. Jadi, sintaksis dianggap menyangkut hubungan gramatikal antar kata di dalam kalimat.

Pemikiran Saussure juga mempunyai sangkutan yang kuat dalam rumpun ilmu-ilmu sosial budaya secara umum dan akhirnya menjadi sumber ilham bagi sebuah paham pemikiran yang dinamakan strukturalisme. Prinsip-prinsip linguistik Saussure dapat disederhanakan kedalam butir-butir pemahaman sebagai sebagai berikut :

1.    Bahasa adalah sebuaha fakta sosial. Sebagai fakta sosial, bahasa bersifat laten, bahasa bukanlah gejala-gejala permukaan melainkan sebagai kaidah-kaidah yang menentukan gejala-gejala permukaan, yang disebut langue. Langue tersebut termanifestasikan sebagai parole, yakni tindakan berbahasa atau tuturan secara individual.

2.    Bahasa adalah suatu sistem atau struktul tanda-tanda. Karena itu, bahasa mempunyai satuan-satuan yang bertingkat-tingkat, mulai dari fonem, morfem, sintaksis, hingga wacana.

3.    Unsur-unsur dalam setiap tingkatan tersebut saling menjalin melalui cara tertentu yang disebut dengan hubungan paradigmatik dan sintakmatik.

4.    Relasi atau hubungan-hubungan antara unsur dan tingkatan itulah yang sesungguhnya membangun suatu bahasa. Relasi menentukan nilai, makna, pengertian dari setiap unsur dalam bangunan bahasa secara keseluruhan.

5.    Untuk memperoleh pengetahuan tentang bahasa yang prinsip-prinsipnya yang telah disebut diatas, bahasa dapat dikaji melalui suatu pendekatan sikronik, yakni pengkajian bahasa yang membatasi fenomena bahasa pada satu waktu tertentu, tidak meninjau bahasa dalam perkembangan dari waktu ke waktu (diakronis).

Oleh : Deddy Viery

No comments:

Post a Comment

Slilit.com || Meng-ada untuk Bermakna
|| Tata Letak: Rennes Syndicate ||..

Theme images by Bim. Powered by Blogger.