Post Terbaru
Iklan
MENJADI PRIBADI KRITIS, ANTI HOAX
Menjadi pribadi yang kritis dan tidak mudah menerima berita “Hoax” merupakan salah satu tujuan adanya Sekolah Jurnalistik Dasar (27-28 Januari 2018), oleh Slilit.com. Dengan digeber berbagai materi diantaranya dasar-dasar jurnalistik, berita, analisa sosial dan juga layout sedikit banyak telah cukup memberi peserta gambaran dasar mengenai dasar-dasar jurnalistik. Dengan konsep yang “nyantai” dan sederhana, acara yang diselenggarakan selama dua hari itu berjalan lancar. Tentunya dengan didampingi oleh pemateri yang berpengalaman, Defi Firman Hakim (Mantan Sekjend nas PPMI) menjadikan suasana semakin berwarna dan secara tidak langsung memberikan suntikan semangat bagi para peserta.
Saat ini, banyak media yang “tidak murni” menyiarkan berita. Namun, terdapat berbagai kepentingan di belakangnya baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Sehingga wajar apabila berita dikemas sesuai permintaan wartawan atau pemilik modal. Seringkali berita yang beredar saat ini telah diotak-atik dan tidak sesuai dengan tema atau pembahasan yang sebenarnya dengan tujuan untuk menggiring opini publik tentunya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pihak media yang “berkepentingan”. Secara sederhana cara untuk melihat apakah berita ini layak dikonsumsi atau tidak adalah dengan melihat komposisi dan struktur berita. Diantaranya terkadang judul berita yang ada tidak sesuai dengan isinya, dan jika kita mengkritisi atau menganalisis berita yang seperti itu, maka akan ditemukan berbagai hal yang mengganjal. Ini mengindikasikan bahwa banyak media “abal-abal” yang menyiarkan berita hanya sesuai dengan kepentingan atasan, tidak riil dengan apa yang terjadi di lapangan.
Jika kita berbicara tentang berita atau jenis tulisan lain, sebenarnya apapun yang kita lihat, dengar, rasakan itu bisa kita tulis dan kritisi sehingga tidak perlu mencari jauh-jauh, atau pun menunggu berita yang heboh. Hanya saja yang perlu dicatat adalah dalam menulis kita memerlukan analisa yang tajam, pemikiran yang kritis dan keberanian untuk mengupas hal tersebut.
Oleh sebab itu penting bagi kita untuk berpikir kritis, melakukan analisa sosial, lebih peka dengan sekitar. Karena dengan kita berpikir kritis maka masalah yang ada di sekitar kita tidak hanya kita pandang sebelah mata, tapi kita memahaminya secara mendalam. Sekolah ini mengajak kita untuk bisa membedakan mana fakta mana opini. Mengajak kita untuk menyaring berita yang masuk. Dengan begitu kita tidak langsung percaya dengan seluruh berita yang tersebar.
Ela Indah
(Mahasiswa semester dua Jurusan KPI fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment