Post Terbaru
Iklan
PRD, PAYUNG ORGANISASI
Saat itu suasana terasa mencengkam, ketakutan dan kekhawatiran terus ada dalam benak hati dan fikiran setiap insan. Kemiskinan, dan kebodohan terus di tancapkan dalam kehidupan. Teriakan demi teriakan di kumandangkan dengan lantang demi sebuah kebebasan. Kemerdekaan dan kebebasan hanyalah semboyan dan ‘ocehan setan’, tatkala hak prerogatif penguasa disalahgunakan untuk memperkuat kekuasaan. Ancaman-ancaman terus di berikan kepada segerombolan orang yang menentang pemerintahan, bahkan tak jarang ancaman berujung kekerasan. Ya seperti itulah sedikit gambaran tentang suasana kehiduan di orde baru, di mana rezim otoriter berkuasa dan bertindak semaunya.
Ketika kebebasan dihadang, usul rakyat tak didengarkan, kemiskinan dibiarkan, dan diskusi-diskusi intelektual selalu dibubarkan, segerombolan manusia yang peduli kebebasan rakyat membentuk suatu aliansi massa. Aliansi tersebut dinamakan Persatuan Rakyat Demokratik (PRD), di mana kemudian organisasi mengalami perpecahan–perpecahan. Seiring berkembangnya pemikiran-pemikiran tentang penolakan terhadap rezim otoriter Akhirnya organisasi ini menyatakan diri sebagai partai politik pada bulan april 1996. Pembentukan partai ini di prakarsai oleh sejumlah intelektual muda, dan kemudian mengangkat ketua pertamanya yang bernama Budiman Sudjatmiko, ia termasuk intelektual muda yang memprakarsai partai ini. Anggota partai ini banyak dari intelektual dan aktivis muda khususnya para mahasiswa saat itu.
Tanggal 27 Juli 1996 sebuah peristiwa terjadi, peristiwa itu disebut dengan peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua puluh Tujuh Juli) atau peristiwa Sabtu Kelabu, karena kejadian itu terjadi pada hari sabtu. Kejadian saat itu adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang bertempat di jalan Diponegoro nomor 58 Jakarta Pusat, yang saat itu dikuasai oleh pendukung Megawati Soekarno Putri. Pengambilalihan secara paksa ini dilakukan oleh segerombolan orang yang mendukung Soerjadi, dia adalah ketua umum versi kongres PDI di Medan, dan penyerbuan itu di bantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI. Peristiwa ini kemudian meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan jalan Diponegoro, Kramat, dan Salemba. Kerusakan ada di mana-mana, bahkan beberapa kendaraan dan gedung terbakar.
Pada peristiwa ini PRD menjadi kambing hitam, pemerintah menuduh aktivis PRD sebagai penggerak utama kerusuhan. Kemudian pemerintah Orde Baru memburu para aktivis PRD kemudian menjebloskan mereka ke dalam penjara. Orang yang mendapat hukuman berat adalah ketua pertama mereka yaitu Budiman Sudjatmiko dengan hukuman penjara selama 13 tahun penjara.
PRD (Persatuan Rakyat Demokratik) adalah organisasi payung dari beberapa organisasi masa lintas sektoral. Kurang lebih ada empat sektoral yang ikut dipayungi oleh PRD, yaitu yang pertama Sektor Buruh, Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI), dan kemudian berubah menjadi Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesi (FNPBI). Tokoh-tokohnya yang terkenal adalah Dita Indah Sari, Suyat (hilang sejak tahun 1998 hingga sekarang), Bimo Petrus (hilang sejak tahun 1998 hingga sekarang).
Kedua adalah Sektor Budaya dan Seniman, atau biasa disebut Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKKER). Tokoh-tokoh sektor ini antara lain adalah Rahardja Waluyo Djati, dan Widji Thukul yang juga hilang sejak tahun 1998 dan hingga sekarang belum di temukan. Sektor ketiga adalah Sektor Tani, organisasi ini disebut Serikat Tani Nasional (STN). Tokoh-tokoh sektor ini antara lain Sereida Tambunan, Mashuri, Linda Chrystanti, Herman Hendrawan yang juga hilang sejak tahun 1998 hingga sekarang. Dan yang keempat adalah Sektor Mahasiswa, atau biasa disebut Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID). Tokoh-tokoh sektor ini antara lain adalah Munif Laredo, Andi Arief, dan Garda Sembiring . Kemudian organisasi payung ini mentransformasikan dirinya dari organisasi massa menjadi Partai Politik, dan merubah nama menjadi Partai Rakyat Demokratik yang di deklarasikan pada tanggal 22 juli 1996.
Karebet(tulisan ini adalah bagian kesatu dari tema di atas, jika waktu memungkinkan maka akan ada bagian ke dua)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment