Post Terbaru
Iklan
Para Wisudawan Perjalananmu Masih Panjang
Hari ini IAIN Ponorogo akan mengadakan hajatan besar, yakni akan diwisudanya para mahasiswa yang sudah lulus menempuh kuliah strata 1. Ada tiga fakultas dari IAIN Ponorogo yang akan menyumbangkan mahasiswanya menjadi sarjana, mulai dari sarjana keguruan, sarjana hokum, sarjana komunikasi, sarjana agama, mereka semua akan mewarnai kehidupan bangsa ini. Bisa saja 5 tahun kedepan mereka akan menjadi politisi atau menanti 20 tahun yang akan dating salah satu dari lulusan IAIN Ponorgo akan menjadi presiden Negara ini.
Pertanyaan lebih lanjut adalah apakah mereka sudah siap mengemban tugas yang demikian, tentu tugas yang bukan main-main. Mereka yang memperoleh gelar sarjana agama akan menjadi tokoh agama di wilayahnya, sarjana hokum akan menjadi pengacara yang handal dan barangkali jika ada yang berminat bisa mengikuti jejak pak mahfud MD sebagai ketua MK, sarjana guru atau pendidikan akan mendidik anak-anak bangsa sehingga bisa menjadi generasi yang unggul, pertanyaannya Cuma satu apakah mereka sudah siap menerima beban itu?.
Kembali ke pertanyaan-pertanyaan tersebuat di atas. Saat prosesi wisuda, tentunya seorang mahasiswa senang sekaligus bangga, tapi di sisi lain rata-rata mahasiswa bingung ke mana harus melakukan apa, bayangan pengangguran intelektual didepan mata. Sementara orang tua sudah mengelontorkan biaya hingga titik penghabisan. Tentuanya orang tua menginginkan si anak menjadi orang yang bekerja dan mapan, jangan sampai menjadi pengangguran terdidik.
Sebagai informasi, angka pengangguran terdidik terutama sarjana makin meningkat tajam. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) februari 2009, jumlah pengangguran terbuka mencapai 9,26 juta orang. Kalangan sarjana menjadi penyumbang terbesar. Sedikitnya lapangan pekerjaan menjadi kendala utama, serta persaingan yang semakin ketat. Berbeda dengan lulusan SMA dan Diploma, lebih sedikit yang menganggur dibanding sarjana.
Setidaknya ada 3 faktor besar yang menyebabkan banyaknya pengangguran ditingkat sarjana, yaitu: Pertama adalah faktor eksternal, yaitu menyempitnya lapangan kerja yang ada, pesatnya lulusan PT tidak diimbangi dengan permintaan dari dunia usaha. Kedua dari PT, kebanyakan PT tidak mempersiapkan para lulusan untuk memiliki kompetensi yang memadai dan menjadikan mahasiswa mandiri. Dan, yang ketiga adalah faktor internal, yaitu dari sarjana itu sendiri, ketika kuliah mereka justru tidak memanfaatkan waktu untuk mengambil ilmu semaksimal mungkin.
Pada selembar kertas kehidupan saudara, Anda pasti sudah menuliskan sebuah kerangka kehidupan entah itu berada pada poin empat, poin enam, atau poin sembilan, sebuah kalimat utama: “saya adalah seorang S.Pd, SH, S.Ag, S.Sos, atau S, S, yang lainnya. Kita telah ditempa walaupun masih perlu kita tajamkan lagi agar menjadi pisau yang berguna, kita telah melewati banyak rintangan-rintangan jeram perkuliahan yang memahirkan dan mematangkan pengetahuan, pengalaman, emosi, dan spiritual kita.
Hal yang harus kita ketahuai adalah bahwa wisuda hanyalah merupakan permulaan lembaran kehidupan kita yang baru untuk menjadi seorang yang lebih dewasa, lebih matang, dan lebih bisa mandiri. Mungkin saat masih kuliah masih ada yang bermalas-malasan dan belum mempunyai rencana yang jelas untuk kehidupan di masa depannya, sekarang bukanlah saatnya, jangan dibawa sikap-sikap tersebuat. Sekarang adalah saatnya untuk bertindak untuk menjadi pejuang bagi masa depan, berjuanglah karena itu sudah menjadi bagian dari diri kita. Berusahan dan senantiasa memohon kepada-Nya untuk kemudahan jalan Anda dalam mengapai mimpi-mimpi Anda. Karena saya yakin saudara punya mimpi-mimpi besar untuk masa depan Anda.
Tulisan ini dipersembahkan untuk para sarjana yang akan diwisuda sebentar lagi, dari crew slilit.com mengucapkan selamat pada semua mahasiswa yang akan melepas gelar mahasiswanya dan menggantikan dengan gelarnya masing-masing. semoga itu menjadi amalan yang bisa menjadikan anda aman dan damai sejahtera.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment