Latest News

PEMILWA: Jika Hanya Melawan Kotak Kosong, Peserta Play Grouppun Berani




Ramai-ramai pemilihan untuk ketua dan puncuk pimpinan organisasi intra kampus tercinta IAIN Ponorogo. Hiruk pikuk pemilihan dan segala sesuatu disiapkan sedemikian rupa sehingga diharapkan cita-cita luhur demokrasi dikampus terwujud.

Demokrasi, menurut definisi yang populer saat ini adalah kepemimpinan yang berlandaskan atas asas dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Diterapkannya sistem demokrasi ini untuk memberikan kekuasaan kepada rakyat, agar rakyat berdaulat sehingga rakyat mendapatkan hak yang layak sebagai rakyat. 

Salah satu hal yang mencirikan sistem demokrasi adalah pemimpin rakyat diangkat dari rakyat, dipilih oleh rakyat dan kebijakan pemimpin yang dipilih dilakukan atas dasar kepentingan dan memenuhi hak rakyat dengan adil dan layak. Dan sistem inilah yang diterapkan di kampus hijau IAIN Ponorogo saat ini dalam memilih pimpinan SEMA, DEMA, HMJ dan seluruh jajaran yang ada di organisasi intar kampus.

Memanfaatkan sistem demokrasi ini, muncul beberapa orang kandidat ketua dan wakil ketua dari jurusan dan fakultas yang berbeda yang diusung oleh kelompok yang berbeda pula. Dan tampaknya, pemilihan akan ramai sekaligus lebih greget seperti halnya pemilihan kepala daerah dan kepala negara yang sesungguhnya, atau kalau tidak minimal seperti pemilihan kepala desa, lah...

Namun karena sebab tertentu yang sangat sulit untuk diurai ditulisan ini, maka ada juga kandidat ketua yang gugur dari bursa calon ketua. Sehingga ada salah satu organisasi intra kampus yang calonnya hanya seorang saja. Calon satu orang ini, dikampung saya diberi istilah "musuh bumbung kosong" atau "musuh kotak kosong".

Dalam berdemokrasi hal demikian bisa jadi merupakan suatu hal yang wajar dengan konteks dan permasalahan tertentu, dan bukan hal yang aneh. Karena semua orang mempunya hak memilih dan juga menolak, seperti halnya mencari pacar, kedua belah pihak memiliki hak menolak dan memilih. Orang kampung saya menyebutnya: "wenang milih, uga wenang nolak". Jadi bukanlah suatu hal yang aneh jika kandidat gugur dan hanya ada satu kandidat yang bisa lolos.

Jadi, selamat kepada para kandidat terpilih. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua. Dan semoga para calon terpilih bisa mengemban amanah sebaik mungkin dengan adil, jujur, dan maksimal...
Ya...
Itulah demokrasi....

Eh...eh...tulisan ini kok tidak sesuai dengan judul?
Ya, memang tulisan ini tidak sesuai dengan judul. Kadang memang demikian, judul dan tulisan tidak nyambung, visi dan misi tak nyambung dengan realitasnya atau kadang, yang diucapkan mulut berbeda dengan tindakannya, contohnya: kemana-mana yang diusung inklusifitas, pluralisme, tidak suka rezim tapi disisi lain semua hal didepan berjalan sebaliknya. (Alhilal)

-----------------
Alhilal: Anggota penyusup didalam Kelompok Penikmat Kopi (KPK).

No comments:

Post a Comment

Slilit.com || Meng-ada untuk Bermakna
|| Tata Letak: Rennes Syndicate ||..

Theme images by Bim. Powered by Blogger.