Latest News

Demokrasi Yang Timpang Tindih


Ponorogo, 21 juli 2018 perhelatan demokrasi (pemilwa) yang dinanti oleh semua masyarakat IAIN Ponorogo yang dilaknasakan pada tanggal 26 nanti mengalami kebuntuan, pasalnya, banyak paslon yang merasa dirugikan oleh KPUM di tingkat Instiut ataupun Fakultas IAIN Ponorogo dan PPUM.
Dari pihak KPUM dan PPUM tidak transparan dalam melaksanakan tugasnya. Menurut Heru selaku pesera demokrasi tertinggi di tingkat kampus sebagai calon ketua Presma (president mahasiwa) mengatakan ”Pihak KPU tidak transparan terhapap verifikasi persyaratan yang telah ditetapkan KPUM sendiri” beda lagi yang diungkapkan oleh surya mahasiswa PAI  “Dalam persyaratan yang dibuat oleh KPUM memiliki multi tafsir, contohnya adalah persyaratan KTM sebagai syarat untuk dukungan terhadap paslon, versi KPUM syarat yang berupa KTM asli harus di foto copy langsung, sedangkan bagi Surya, KTM yang dikumpulkan itu yang penting sesuai quota yang telah ditentukan, tidak masalah KTM asli difoto copy langsung ataupun foto KTM kemudian difoto copy.
Dari insiden tersebut, menimbulkan ketentuan sepihak dari KPUM”, sehingga calon yang diusung oleh beberapa mahasiswa ini tidak bisa lolos dalam verifikasi. Namun, calon merasa ada yang perlu didiskusi lebih terkait persyaratan dari KPUM, maka calon meminta audisi dengan pihak PKUM guna membahas syarat-syarat tersebut. dalam audiensi yang berjalan begitu lama ternyata tidak menghasilkan apa-apa yang dapat membuat persyaratan calon dapat masuk verikasi.

Oleh:Zainuddin

No comments:

Post a Comment

Slilit.com || Meng-ada untuk Bermakna
|| Tata Letak: Rennes Syndicate ||..

Theme images by Bim. Powered by Blogger.