Angin dikampus ku mulai berhembus meniup daun-daun yang mulai mengering dibatang-batang pohon disekitar area kampusku. Mahasiswa sedang bercumbu dengan kekasih hati (haendphone) yang tidak bisa jauh, seakan menjadi penyakit kronis yang di alami oleh mahasiswa. Hari-hari berlalu, keadaan kampus yang seharusnya ramai tetapi sepi dimana saat ini ada kegiatan pergantian pengurus organisasi intra kampus, yang menjadi hajat tahunan bagi kampus tercintaku. Perjalanan pemilihan pergantian pengurus organisasi kampus sudah sampai pada tahap verifikasi pencalonan untuk seluruh jabatan di organisasi intra kampus.
Mulai terdengar adanya audiensi yang diajukan oleh mahasiswa kepada KPUM baru-baru ini. Ada beberapa mahasiswa yang masih mempedulikan pebaikan untuk kampus tercintanya agar tidak seperti kepengurusan ditahun lalu. Ooooia ada hal menarik dan menggelitik pemikiran penulis, ada hal yang menjanggal dalam pemverifikasiaan yang dilakukan oleh KPUM dan mengecek persyaratan calon peserta.
Dari salah satu calon mengajukan berkas persyaratan yang sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya dan sudah dianggap memenuhi persyaratan yang telah di tentukan oeleh KPUM. Tetapi ketika KPUM memverifikasi ternyata ada persyaratan yang kurang memenuhi, itu tidak dikabakan kepada salah satu calon yang mendaftar.
Ada pertanyaan muncul dalam benak penulis.
Mengapa tidak diinfokan kepada calon yang tidak lulusverifikasi?
Pertanyaan itu yang muncul dalam benak penlis, sekali lagi mengapa? Apa ini ada indikasi lain di luar nalar pemikiranku. Seakaan “demokrasi” yang menjadi jargon pada acara tahun ini seakan tidak sesuai dengan realita yang kini ada.
Pada saat itu juga salah satu calon yang tidak lulus dalam pemverifikasian berkas meminta untuk melihat berkas dari calon lain, tetapi KPUM beralasan bahwa berkas itu adalah prifasi KPUM. Lantas dimanakah letak transparansi dari lembaga ini yang kayanya independen, jujur, dan netral.
OLeh:Zulkilfi Pengamat Perpolitikan Kampus IAIN po

No comments:
Post a Comment