Latest News

MAHASISWA (FORMALITAS)



Pada dasarnya kita belajar merangkai kata, beretorika, dan berdialektika di kampus yang sama, lantas kenapa harus memusuhi sesama di dalam persamaan? Ketika persamaan saja di musuhi, lantas bagaimana dengan perbedaan? Bisa jadi kalian yang menggembor - gemborkan demokrasi dengan jas almamater tebal itu hanyalah
Si omong kosong yang belajar logikanya entah dimana? selalu menganggap mereka yang berusaha berfikir terbuka sebagai calon pemberontak dengan tuduhan subversif kemudian mempersempit ruang gerak mereka yang 'berani' membredel dogma pembodohan demi mempertahankan status quo. 

Sadar atau tidak oknum orang-orang berjas suci itu terkadang masih sangat hobi membodohi kader-kadernya dengan opini yang mereka bangun berdasarkan asumsi sesat. 

Rasa benci yang ditanamkan ke otak kader melalui rapat2 kecil diwarung kopi yang dilanjutkan dengan agitasi. Bagi mereka tak perlu mengerti penting ada kata kunci untuk menyulut energi.

Rasa-rasanya sangat menyedihkan tapi seperti itulah faktanya. Kampus telah mengubur habis seluruh pertikaian gagasan untuk digantikan dengan perebutan kekuasaan. Tak jarang para senior pun turut ikut serta, memeriahkan keributan dengan caranya masing-masing: kadang gunakan bantuan dosen, anggota UKM, hingga tak jarang melibatkan junior organisasi menghasut sana-sini. Semua cara halal selama tujuan tercapai.

Ah.. bukankah kita punya otak untuk berfikir bebas tapi dibuatnya menjadi tidak waras. Ketika dulu Bung karno, Sjahrir atau bahkan tokoh-tokoh kiri memandang mahasiswa merupakan suatu sekelompok intelektual yang progresif.

Mahasiswa yang seharusnya membuka pikiran dari berbagai aspek seperti penindasan dan ketidakadilan. Kini hanya menjadi sekelompok peng-onani buku-buku tebal ber genre isme2 yang mereka bawa kemana-mana penuh rasa bangga namun tak paham maksud yg terkandung di dalamnya. Terlalu berbusa-busa materi yang sangat teoritis namun akan sangat minim dalam bahasan teknis.

Ketika gerakan mahasiswa khususnya di skala kampus semakin tak bisa disatukan, karena egosentris yang membengkak terhasut iblis liar beraroma politik hitam perusak kebhinekaan. Lalu, apalah arti dari sumpah mahasiswa yang selalu kalian koar-koarkan?*** (HSP)

No comments:

Post a Comment

Slilit.com || Meng-ada untuk Bermakna
|| Tata Letak: Rennes Syndicate ||..

Theme images by Bim. Powered by Blogger.